Doa yang merenung, merenung dengan doa…

Tak hentinya aku mengucap syukur padaMu ya Rabb, yang telah memberiku kesehatan maksimal untuk melalui beberapa hari ini yang penuh kegilaan, kelelahan, kekecewaan, kebahagiaan, keputusasaan, harapan, emosi, derai tawa, muram durja, (sedikit) air mata, konsentrasi, peluh, dan keringat.

Dan terimakasih juga padaMu yang telah memberikan situasi ini. Manusia tidak akan pernah tahu sampai mana batas ketahanan dan kemampuan mereka tanpa ujian dariMu. Dan hal ini pula menjadi pengingat bahwa kita diberi anugerah yang amat berharga yang disebut dengan AKAL (konon ini yang membuat kita disebut “makhluk paling sempurna”. Benarkah?).

Ampuni aku ya Rabb, mungkin di satu waktu pada masa lalu aku pernah mendiskreditkan peluang baru ini. Saat itu aku bukan berpikir untuk menolak ini semua, aku hanya berpikir belum saatnya untuk mencoba peluang ini. Mungkin saat inilah waktunya? Saya entah, hanya berpikir untuk saat ini (dan semoga seterusnya) benar-benar berusaha maksimal untuk semua peluang yang ada.

Ampuni aku pula ya Rabb yang sempat meletupkan emosi tak berarti dalam menghadapi situasi ini. Dan ini pula yang membuatku bersyukur bahwa aku masih hidup dan normal (bagaimanapun, saya tetap manusia) yang tak luput dari hal yang bersifat badaniah ini. Emosi ibarat deposit sperma, bagaimanapun dan dengan cara apapun harus keluar jika sudah menumpuk (dipaksa keluar atau keluar dengan sendirinya).

Aku meletupkan emosiku saat itu karena aku yakin memang sudah saatnya untuk keluar. Memang aku berada di posisi yang salah, dan aku pun telah meminta maaf dan berusaha untuk mencari pemecahan masalah. Tapi bukan berarti aku bisa ditekan dan selalu disalahkan terus menerus dan selalu dihujani dengan “tanda seru” kan, ya Rabb? Karena kami tahu resiko apa yang akan terjadi jika rencana ini tidak berjalan dengan mulus. Ampunilah kami semua yang terkait dalam hal ini, ya Rabb. Bukakan pintu hati kami dan jernihkanlah pikiran kami serta dinginkanlah hati kami yang sedang panas.

Di atas semua itu, aku yakin Engkau tidak akan pernah menguji manusia di luar batas kemampuan. Engkau telah menakar dengan tepat tingkat kesulitan ujian untuk tiap manusia. Dan aku benar-benar besyukur bahwa masih banyak manusia yang diuji lebih berat dibanding keadannku saat ini. Dan selalu yakinkanlah aku bahwa tak ada ujian yang tak bisa dilewati dengan izinMu, ya Rabb.

Seorang teman pernah bertanya padaku apakah aku percaya tentang karma, aku jawab tidak. Aku percaya semua ini Engkau yang mengatur. Tapi, bagaimanapun juga, konsep karma diberikan agar kita selalu berbuat baik terhadap segala makhluk agar kita tidak mendapat hal yang tidak diinginkan jika kita berbuat tidak baik sebagai balasan atas hal yang sudah kita lakukan. Ampuni aku ya Rabb apabila di satu waktu pada masa lalu aku pernah lupa melakukan ini pada orang lain. Khilaf, lupa, tak sengaja mungkin bisa menjadi eksplanasi yang “dibenarkan” atas nama manusia.

Hidup ini ibarat naik kereta api. Kita bisa bebas pindah ke gerbong manapun, maju ke gerbong depan, mundur ke gerbong belakang, berdiri di antara sambungan gerbong, di dalam toilet kereta, istirahat di gerbong restorasi sambil mengisi perut. Tapi kita tidak pergi kemana-mana, dan Sang Masinis di dalam lokomotif tetap melaju membawa kita sambil sesekali membunyikan Peluit Peringatan agar kita tetap sadar bahwa kita masih berada dalam perjalanan.

Bimbinglah aku, ya Rabb…

Advertisements

About wiwidwitjaksono

An optimistic dreamer // Books and musics // Photography // Converse shoe // Master Degree wannabe // Coverall, safety boots, hard hat // (your name here)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Doa yang merenung, merenung dengan doa…

  1. taufani says:

    sekedar referensi untuk kisah hidup:

    Stop this train
    I want to get off and go home again
    I can’t take the speed it’s moving in
    I know I can’t but honestly won’t someone stop this train

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s